Tembak Kau! #HariTanpaTembakauSedunia

Salam AdhTors, tau gak sih lo tanggal 31 mei 2012 sekarang diperingati sebagai #HariTanpaTembakauSedunia looh! tandanya sedunia sedang memperingati 1 Hari Tanpa Tembakau! dan gw lihat diluar sana tapinya masih BANYAK yang ga ikut memperingati hari tanpa tembakau ini! MIRIS! dan gw tanya sekarang sama lo! SUDAHKAH LO MENGIKUTI HARI TANPA TEMBAKAU INI? ya! coba deh kurangi beberapa kebiasaan lo penggunaan tembakau! contohnya mulailah sedikit demi sedikit KURANGI konsumsi ROKOK! karena merokok itu ga cuma MERUGIKAN lo sendiri lho, tapi merugikan yang lain disekitar lo juga. Nah, tipe perokok itu ada 2, yang 1.Perokok Aktif, dan yang ke 2.Perokok Pasif.

1.Perokok Aktif
   ialah seorang yang melakukan aktifitas dalam artian seseorang yang menghisap rokok.
2.Perokok Pasif
   ialah seorang yang tidak melakukan aktifitas merokok melainkan hanya menghirup asap rokok dari si perokok aktif.

dan menurut artikel viva news yang gw baca, yaitu bahwa seorang perokok pasif itu bahayanya 3x lebih dari perokok aktif! kenapa coba ga semua bahaya di makan aja tuh ya sama perokok aktif?! karena seorang perokok pasif adalah seseorang yang menghirup asap rokok tanpa filter, yang dikarenakan 75% bahaya terdapat pada asap yang dikeluarkan dan dihirup para perokok pasif! sedangkan perokok aktif hanya diperkirakan bahaya 25% aja, karena perokok aktif itu menghirup asap melalui filter.

NAH! jadi jangan marah sama orang-orang perokok pasif kalau kita sering cerewet dan marah, bahkan sering posting tweet, facebook, bahkan sampai blog. KENAPA? ya karena kita dapet RUGI dari kalian para perokok aktif. apalagi yang sering merokok di tempat umum! itu sangat TIDAK HUMANIS banget! jelas tertera peraturan DILARANG MEROKOK, tapi tetep aja, pas dilarang "Mas bisa gak ngerokok ga?" 75% pasti bilang "yang lain juga ngerokok tuh". di bilangin marah, kitalah para perokok pasif yang sering jadi korbannya. dan bahkan kita perokok pasif menyimpulkan BAHWA 85% SETIAP PEROKOK AKTIF ADALAH SESEORANG YANG MEMILIKI WATAK KERAS! kenapa? karena setiap kita himbau, mereka menggumam dan gak menerima, malah melempar ke a, b c dan d! benar bukan? gw gak ngarang bebas, gw sering menghimbau, tapi ya hampir semua jawab kaya yang di atas gw tulis tadi :).

Yuk gabung di komunitas "Tegur Perokok" di akun twitter --> @TegurPerokok ! jangan ragu buat tegur para perokok di tempat umum! :)

Kecewa . . .

Salam AdhTors,Jadi buat AdhTors semua, semoga posting ini bermanfaat ya, kenapa? karena menjadi seseorang yang di kecewakan itu TIDAK ENAK! jadi jangan bikin orang lain kecewa ya... ok? salaam AdhTors :)

ini adalah satu-satunya posting yang gw lakukan saat keadaan labil dan gak mood, hati agak anget. kenapa? ya seperti judul di atas ini. :)

Entah udah berapa kali gw di bikin kecewa sama sekumpulan itu, tapi entah mereka ga ada yang punya rasa untuk segera bilang kenapa? salah apa? dan harus gimana?

awalnya gw kecewa berat sama yang melalaikan, ya! melalaikan apa yang orang punya, titip dan ga amanah! saat sesuatu yang gw beli, almamater universitas gw HILANG! karena ulahnya, itu masih baru, dan ngambilnya gak GAMPANG! dan mereka bilang. "udah sih itu juga sama aja", BEDA! jelas BEDA! pertama gw masih BARU! dan yang gw dapet itu ketuker karena ulah SOK TEGAS lo semua! tapi ga tanggung jawab! gw udah cukup sakit hati dengan jawaban itu, ibaratnya itu almamater sama kaya perjuangan gw, baru masuk kuliah, eh udah ilang, dan yang ngilangin ngomong dengan santai gitu? oooh maaay gw ga abis pikir!

kedua, ya barang-barang gw yang gw dapet minjem dari kakak gw, Senter. mereka dengan gaya sok tegas bilang JANGAN ada senter berlebihan, HALOOOOO! penerangan buat kita yang banyak ini penting! lo gak berpikir apa? apa itu senter buat lo semua yang sok jago tapi karena ga bawa senter jadi kita yang di kurangin jatah senter dan di ambilin?! mending cuma ngambil aja karena alasan jangan bawa senter berlebihan, tapi HILANG dan gak dibalikin! pas gw nanya, yah ga tau yah, coba tanya A, B, C.. ngomong aja ILANG! gak tanggung jawab kaya se sok nanggung omongannya!

ketiga, yaitu gelas dan alat makan serta susu yang gw kasih, karena gw ga suka sama yang namanya sereal yang susu oats gitu, tapi apa? gak dilakukan! tapi gw? harus lakukan apa yang lo semua mau!

ke empat, orang didalam sana mulai ga sepemikiran, 1 dari 3 orang GAK ASIK! pemikiran cepet panas kaya mesin motor butut. sedangkan orang sepemikiran dan "menyamankan" hanya 1 dari 50 orang. THANKS!

ke lima, terlalu banyak tuntutan, ga sesuai harapan dari awal.

dan banyak lagi kekecewaan gw akan semua ini. baru kali ini gw kecewa akan hal sepele ini, tapi semua berawal dari sepele, karena kalau yang sepele aja udah bikin kecewa, gimana yang TIDAK SEPELE? bener ga? hehehe :)

hoaaaam.. ngantuk kan gw nginget semua ini, gw UDAHAN! STOP! KELUAR!

"demam" INSTAGRAM

Salam AdhTors, beberapa bulan ini gw lagi keranjingan nih ngotak-ngatik jeprat-jepret foto iseng apa aja yang menurut gw unik buat di take pict gitu. Maklum, gw pengguna Android dan kebetulan Android di sambangi sama Aplikasi yang kece badai, INSTAGRAM! aplikasi yang awalnya cuma ada iOS aja tapi sekarang udah ada dong di Android, dan lumayan dapat sambutan hangat dari pengguna android, memang udah cukup lama sih itu Instagram masuk ke Android market, etaapii kan baru gw posting tentang instagram di blog sekarang, maklum gw belum ngarti banget dulu pas awal ada, tapi sekarang bener-bener lagi "GILA" banget sama instagram yang kece banget editannya, simple tapi ga memble gitu :D



oke gw mau pamer beberapa pict yang udah gw ambil dan gw upload di instagram ini dia ...

ini tangan gw sama Adinda ()

ini @goesoer

bersama 2 teman saat perpisahaan SMK @Ra_Dna & @AghoyPR

ini @Zalafrizal teman di Kampus UNJ


Nah itu dia beberapa koleksi dari foto instagram gw, masih amatir sih cuma sekedar hobi iseng jepret orang aja gitu. hahaha... kepuasan batin lah bahasa kerennya mah gitu, lo sendiri udah punya akun instagram? kalau udah jangan lupa Follow ADHETORA on instagram ya. dan info yang lagi terdengar sekarang bahwa Facebook bakal membeli instagram, jadi selain pengguna iOS dan Android bisa pake instagram, ya mengecewakan sih karena sekarang jadi ga "eksklusif" lagi, semua bisa punya, termasuk 4LaY Facebook :'(.

Tapi, gak apa-apa deh, ini bakal jadi sekedar hobi aja gitu. yuk yang belum coba instagram bisa di download langsung di Play Store untuk android :).







+ Social Media -

+ Social Media -

Salam AdhTors, huwooooow! era digital mulai menyeruak di 2012. dan social media makin membludak! kenapa eh kenapa? eh ini dia!

Dijaman sekarang nih ya, social media sangat berpengaruh besar banget deh di dunia yang udah masuk di era digital ini, dari sebuah social media yang bisa jadikan sebuah pekerjaan, sampai tolak ukur rating sebuah acara TV. Nah gw bahas mulai dari pekerjaan yah.

1.Kerjaan yang dihasilkan dari social media.

Pasti lo mikir keras kan? apasih yang dihasilkan dari social media? hah? apa? coba tebak! hahaha... pasti dipikiran sebagian orang awam, social media hanya suatu media yang dijadikan untuk bermain, berbagi info bersama kerabat, keluarga dsb, leha-leha juga semacamnya lagi. eiiits! tapi social media akan berubah jadi mesin uang lho di tangan seorang "Social Media Spesialist" <--- sebutan buat orang yang kerja di social media. Nah! pasti lo nanya dong "apanya yang bisa jadi kerjaan? dari segi apa? cuma didepan komputer/gadget? GAK MUNGKIN!" weitz! jangan judge dulu dong. kali ini gw bakal kasih tau lo semua apa sih yang bisa didapetin dari sebuah "Social Media" yang di jadikan sebuah pekerjaan yang menghasilkan uang? ini lagi "in" banget nih dikalangan Mahasiswa kaya gw hahaha... nyari duit sambil jalan-jalan dan main internet *oops* ya intinya seperti itu, pekerjaan lo adalah sebagai Marketing di dunia maya gitu deh, atau sebagai Customer Service yang versi internet kaya yang lagi "in" banget banyak provider, brand-brand makanan dsb yang membuat akun social media dengan menyewa "social media spesialist" buat jadi pegawainya di dunia maya. tau ga tugas cuma gitu aja bisa ngehasilin duit perbulan minimal Rp.1jt!!! wohoooO! part timer yang menggiurkan bukan? :D

2.Tolak ukur Rating sebua acara TV.

Nah! ini nih yang lagi HOT banget! dimana-mana acara TV membuat akun twitter acaranya sendiri dan berlomba-lomba membuat TTINA / TTWW sendiri buat jadi patokan bahwa acara itu banyak di tonton dan di bicarakan orang, seperti acara INDONESIAN IDOL yang hampir tiap jumat malam pasti bikin TTWW deh, asik badai berarti itu acara, tiap minggu TTWW dihias sama acara mereka! jadi patokan sebuah acara di social media itu lumayan lah buat pantau rating sebuah acara TV yang mereka buat.

Nah! jadi di Era sekarang nih SOCIAL MEDIA emang lagi "ngehits" banget kan di indonesia bahkan luar indonesia pun yang sedang ada di ERA DIGITAL ini. memang asyik kok ketika kita bisa memanfaatkan social media pada posisi yang baik, karena akan memberikan dampak yang baik pula untuk kita. Tapi seramnya social media juga ga bisa dipungkiri, banyak banget korban-korban social media, dari kalangan biasa sampai artis. iiiiiiih,, serem kan? makannya pelajari dulu sebelum memperdalam social media. Yuk tetap ber-internet sehat :)

APA / AYAH / BAPAK dsb...




Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik

kau tak pernah lelah
Sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah

Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat ku kehilangan arah

Aku hanya mengingatmu ayah

Jika aku t'lah jauh darimu 



Buat yang masih punya Ayah, dan blm bs "menemukan sayangnya" coba liat Video "Sayang APA" punya gw :)


Sejarah Betawi

Suku Betawi berasal dari hasil kawin antaretnis dan bangsa pada masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa, dan Eropa.



Nama Batavia berasal dari suku Batavia, sebuah suku Germanik yang bermukim di tepi Sungai Rhein pada Zaman Kekaisaran Romawi. Bangsa Belanda dan sebagian bangsa Jerman adalah keturunan dari suku ini.
Batavia juga merupakan nama sebuah kapal layar tiang tinggi yang cukup besar buatan Belanda (VOC), dibuat pada 29 Oktober 1628, dinahkodai oleh Kapten Adriaan Jakobsz. Tidak jelas sejarahnya, entah nama kapal tersebut yang merupakan awal dari nama Betawi- Batavia, atau bahkan sebaliknya, pihak VOC yang menggunakan nama Batavia untuk menamai kapalnya. Kapal tersebut akhirnya kandas di pesisir Beacon Island, Australia Barat. Dan seluruh awaknya yang berjumlah 268 orang berlayar dengan perahu sekoci darurat menuju kota Batavia ini.


Sejarah

Sunda Kelapa
        Bukti tertua mengenai eksistensi permukiman penduduk yang sekarang bernama Jakarta adalah Prasasti Tugu yang tertanam di desa Batu Tumbuh, Jakarta Utara. Prasasti tersebut berkaitan dengan 4 prasasti lain yang berasal dari zaman kerajaan Hindu, Tarumanegara ketika diperintah oleh Raja Purnawarman. Berdasarkan Prasasti Kebon Kopi, nama Sunda Kalapa (Sunda Kelapa) sendiri diperkirakan baru muncul abad sepuluh.
Permukiman tersebut berkembang menjadi pelabuhan, yang kemudian juga dikunjungi oleh kapal-kapal dari mancanegara. Hingga kedatangan orang Portugis, Sunda Kalapa masih di bawah kekuasaan kerajaan Hindu lain, Pakuan Pajajaran. Sementara itu, Portugis telah berhasil menguasai Malaka, dan tahun 1522 Gubernur Portugis d'Albuquerque mengirim utusannya, Enrique Leme yang didampingi oleh Tomé Pires untuk menemui Raja Sangiang Surawisesa. Pada 21 Agustus 1522 ditandatangani perjanjian persahabatan antara Pajajaran dan Portugis. Diperkirakan, langkah ini diambil oleh sang raja Pakuan Pajajaran tersebut guna memperoleh bantuan dari Portugis dalam menghadapi ancaman Kesultanan Demak, yang telah menghancurkan beberapa kerajaan Hindu, termasuk Majapahit. Namun ternyata perjanjian ini sia-sia saja, karena ketika diserang oleh Kerajaan Islam Demak, Portugis tidak membantu mempertahankan Sunda Kalapa.

Jayakarta
         Pelabuhan Sunda Kalapa diserang oleh tentara Demak pada 1526, yang dipimpin oleh Fatahillah, Panglima Perang asal Gujarat, India, dan jatuh pada 22 Juni 1527, dan setelah berhasil direbut, namanyapun diganti menjadi Jayakarta. Setelah Fatahillah berhasil mengalahkan dan mengislamkan Banten, Jayakarta berada di bawah kekuasaan Banten, yang kini menjadi kesultanan. Orang Sunda yang membelanya dikalahkan dan mundur ke arah Bogor. Sejak itu, dan untuk beberapa dasawarsa abad ke-16, Jayakarta dihuni orang Banten yang terdiri dari orang yang berasal dari Demak dan Cirebon.
Sampai Jan Pieterszoon Coen menghancurkan Jayakarta (1619), orang Banten bersama saudagar Arab dan Tionghoa tinggal di muara Ciliwung. Selain orang Tionghoa, semua penduduk ini mengundurkan diri ke daerah kesultanan Banten waktu Batavia menggantikan Jayakarta (1619).

Batavia

Pieter Both yang menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama, lebih memilih Jayakarta sebagai basis administrasi dan perdagangan VOC daripada pelabuhan Banten, karena pada waktu itu di Banten telah banyak kantor pusat perdagangan orang-orang Eropa lain seperti Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, sedangkan Jayakarta masih merupakan pelabuhan kecil.
Pada tahun 1611 VOC mendapat izin untuk membangun satu rumah kayu dengan fondasi batu di Jayakarta, sebagai kantor dagang. Kemudian mereka menyewa lahan sekitar 1,5 hektar di dekat muara di tepi bagian timur Sungai Ciliwung, yang menjadi kompleks perkantoran, gudang dan tempat tinggal orang Belanda, dan bangunan utamanya dinamakan Nassau Huis.
Ketika Jan Pieterszoon Coen menjadi Gubernur Jenderal (1618 – 1623), ia mendirikan lagi bangunan serupa Nassau Huis yang dinamakan Mauritius Huis, dan membangun tembok batu yang tinggi, di mana ditempatkan beberapa meriam. Tak lama kemudian, ia membangun lagi tembok setinggi 7 meter yang mengelilingi areal yang mereka sewa, sehingga kini benar-benar merupakan satu benteng yang kokoh, dan mulai mempersiapkan untuk menguasai Jayakarta.
Dari basis benteng ini pada 30 Mei 1619 Belanda menyerang Jayakarta, yang memberi mereka izin untuk berdagang, dan membumihanguskan keraton serta hampir seluruh pemukiman penduduk. Berawal hanya dari bangunan separuh kayu, akhirnya Belanda menguasai seluruh kota. Semula Coen ingin menamakan kota ini sebagai Nieuwe Hollandia, namun de Heeren Seventien di Belanda memutuskan untuk menamakan kota ini menjadi Batavia, untuk mengenang bangsa Batavieren.
Jan Pieterszoon Coen menggunakan semboyan hidupnya “Dispereert niet, ontziet uw vijanden niet, want God is met ons” menjadi semboyan atau motto kota Batavia, singkatnya “Dispereert niet” yang berarti “Jangan putus asa”.
Pada 4 Maret 1621, pemerintah Stad Batavia (kota Batavia) dibentuk[1]. Jayakarta dibumiratakan dan dibangun benteng yang bagian depannya digali parit. Di bagian belakang dibangun gudang juga dikitari parit, pagar besi dan tiang-tiang yang kuat. Selama 8 tahun kota Batavia sudah meluas 3 kali lipat. Pembangunannya selesai pada tahun 1650. Kota Batavia sebenarnya terletak di selatan Kastil yang juga dikelilingi oleh tembok-tembok dan dipotong-potong oleh banyak parit.
Pada awal abad ke-17 perbatasan antara wilayah kekuasaan Banten dan Batavia mula-mula dibentuk oleh Kali Angke dan kemudian Kali Cisadane. Kawasan sekitar Batavia menjadi kosong. Daerah di luar benteng dan tembok kota tidak aman, antara lain karena gerilya Banten dan sisa prajurit Mataram (1628-1629) yang tidak mau pulang.
Beberapa persetujuan bersama dengan Banten (1659 dan 1684) dan Mataram (1652) menetapkan daerah antara Cisadane dan Citarum sebagai wilayah kompeni. Baru pada akhir abad ke-17 daerah Jakarta sekarang mulai dihuni orang lagi, yang digolongkan menjadi kelompok budak belian dan orang pribumi yang bebas.
Pada 1 April 1905 nama Stad Batavia diubah menjadi Gemeente Batavia. Pada 8 Januari 1935 nama kota ini diubah lagi menjadi Stad Gemeente Batavia[2].


Suasana pelabuhan Batavia sekitar tahun 1940
Setelah pendudukan Jepang pada tahun 1942, nama Batavia diganti menjadi "Jakarta" oleh Jepang untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II.

Penduduk

Orang Belanda jumlahnya masih sedikit sekali. Ini karena sampai pertengahan abad ke-19 mereka kurang disertai wanita Belanda dalam jumlah yang memadai. Akibatnya, benyak perkawinan campuran dan memunculkan sejumlah Indo di Batavia. Tentang para budak itu, sebagian besar, terutama budak wanitanya berasal dari Bali, walaupun tidak pasti mereka itu semua orang Bali. Sebab, Bali menjadi tempat singgah budak belian yang datang dari berbagai pulau di sebelah timurnya.
Sementara itu, orang yang datang dari Tiongkok, semula hanya orang laki-laki, karena itu mereka pun melakukan perkawinan dengan penduduk setempat, terutama wanita Bali dan Nias. Sebagian dari mereka berpegang pada adat Tionghoa (misalnya penduduk dalam kota dan Cina Benteng di Tangerang), sebagian membaur dengan pribumi (terutama dengan orang Jawa dan membentuk kelompok Betawi Ora, misalnya: di sekitar Parung). Tempat tinggal utama orang Tionghoa adalah Glodok, Pinangsia dan Jatinegara.
Keturunan orang India -orang Koja dan orang Bombay- tidak begitu besar jumlahnya. Demikian juga dengan orang Arab, sampai orang Hadhramaut datang dalam jumlah besar, kurang lebih tahun 1840. Banyak di antara mereka yang bercampur dengan wanita pribumi, namun tetap berpegang pada ke-Arab-an mereka.
Di dalam kota, orang bukan Belanda yang selamanya merupakan mayoritas besar, terdiri dari orang Tionghoa, orang Mardijker dari India dan Sri Lanka dan ribuan budak dari segala macam suku. Jumlah budak itu kurang lebih setengah dari penghuni Kota Batavia.
Orang Jawa dan Banten tidak diperbolehkan tinggal menetap di dalam kota setelah 1656. Pada tahun 1673, penduduk dalam kota Batavia berjumlah 27.086 orang. Terdiri dari 2.740 orang Belanda dan Indo, 5.362 orang Mardijker, 2.747 orang Tionghoa, 1.339 orang Jawa dan Moor (India), 981 orang Bali dan 611 orang Melayu. Penduduk yang bebas ini ditambah dengan 13.278 orang budak (49 persen) dari bermacam-macam suku dan bangsa.
Sepanjang abad ke-18, kelompok terbesar penduduk kota berstatus budak. Komposisi mereka cepat berubah karena banyak yang mati. Demikian juga dengan orang Mardijker. Karena itu, jumlah mereka turun dengan cepat pada abad itu dan pada awal abad ke-19 mulai diserap dalam kaum Betawi, kecuali kelompok Tugu, yang sebagian kini pindah di Pejambon, di belakang Gereja Immanuel Jakarta. Orang Tionghoa selamanya bertambah cepat, walaupun sepuluh ribu orang dibunuh pada tahun 1740 di dalam dan di luar kota. Foto pada kartu pos dari awal abad ke 20 menggambarkan rumah-rumah Tionghoa di Mester atau Meester Cornelis sebutan Jatinegara pada zaman penjajahan Belanda dulu.
Penduduk Batavia yang kemudian dikenal sebagai orang Betawi sebenarnya adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia


Re-Posted by  Muchamad Ade Trejana Oktora
Nomor Pendaftaran : 23





Sejarah Kep.Seribu


Sejarah

Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia, mempunyai peranan yang penting dalam mendukung penyelenggaraan Pemerintahan Negara Republik Indonesia. Untuk itu dalam membangun masyarakat Jakarta yang sejahtera dan mewujudkan citra Bangsa Indonesia, Jakarta dalam penyelenggaraan pemerintahannya diberikan kedudukan sebagai Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta.
Wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dibagi dalam Kotamadya dan Kabupaten Administrasi. Otonomi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta diletakkan pada lingkup Provinsi dan dilaksanakan berdasarkan asas Desentralisasi, Dekonsentrasi, dan Tugas Pembantuan. Kotamadya dan Kabupaten Administrasi merupakan wilayah administrasi dan bukan Daerah Otonomi. Sejak diundangkannya Undang-undang Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta, Kabupaten Administrasi yang merupakan bagian dari Administrasi Pemerintah di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta belum terbentuk.
Sesuai dengan Pasal 32 Undang-undang Nomor 34 Tahun 1999, Kecamatan Kepulauan Seribu yang merupakan bagian dari Kotamadya Jakarta Utara ditingkatkan statusnya menjadi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan maksud untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, serta pengelolaan Kepulauan Seribu yang terdiri atas 110 Pulau dalam segala aspek antara lain kelestarian lingkungan, konservasi sumber daya alam, ekonomi, kesejahteraan rakyat dan sosial budaya.
Dalam kaitan tersebut untuk terwujudnya peningkatan status Kecamatan Kepulauan Seribu menjadi Kabupaten Administrasi ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2001 tentang Pembentukan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Disamping itu dalam rangka memberikan pelayanan pemerintahan yang optimal kepada masyarakat Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu ditata menjadi dua Kecamatan yaitu Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang terbagi atas 3 Kelurahan dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang terbagi 3 Kelurahan (sumber : pointer apel HUT ke 8 di halaman Plaza Kantor bupati Kab. Adm. Kep.Seribu by : Topik).


Geografi

Sebagian pulau anggota Kepulauan Seribu terbentuk dari timbunan terumbu karang, sebagaimana terlihat dari foto udara.
Kepulauan Seribu terdiri dari pulau-pulau karang sebanyak 105 buah dengan total luas wilayah daratan sebesar 8,7 km². Posisinya secara geografis adalah pada 5°24´ - 5°45´ LS dan 106°25´ - 106°40´ BT dengan luas 1.180,8 hektaree (11,8 km²). Temperatur sepanjang tahun umumnya berkisar antara 21 °C-32 °C dengan kelembaban udara rata-rata 80%








Re-Posted by Muchamad Ade Trejana Oktora
Nomor Pendaftaran : 23


Pulau Tujuan Wisata Kep.Seribu


Pulau Tujuan Wisata


Pemandangan senja dari tempat penangkaran hiu
Semakin jauh pulau tujuan wisata dari Teluk Jakarta, semakin bersih pula pantai dan laut sekitarnya. Berikut ini adalah daftar pulau-pulau yang sudah dikembangkan menjadi pulau resor:


Pulau Kahyangan

Pulau Kahyangan disebut juga Pulau Cipir atau Pulau Kuipir. Pulau ini merupakan salah satu pulau di Kelurahan Untung Jawa, yang sudah mulai ditata untuk tujuan wisata. Di pulau ini terdapat peninggalan sejarah, yaitu sebuah benteng yang dibangun oleh Belanda pada zaman VOC. Di sini ada sumber air tawar yang jernih dan bersih. Perjalanan ke Pulau Kahyangan bisa ditempuh dengan perahu motor yang memang disediakan untuk melayari rute Pantai Marina, Ancol, ke Pulau Kahyangan, pergi dan pulang.


Pulau Pabelokan

Pulau Pabelokan merupakan satu-satunya di Kepulauan Seribu yang setiap saat sibuk dengan kegiatan bisnis. Disini terdapat gedung perkantoran, asramadermaga, pusat tenaga listrik, pemurnian air serta landasan helikopter (helipad). Pulau ini oleh Pertamina dijadikan semacam base camp, atau pangkalan minyak lepas pantai yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukungnya. Pada tahun 1970, ditemukan sumber minyak di lepas pantai pulau ini. Kini, anjungannya sudah disiapkan untuk memasok minyak ke kapal tanker dengan sistem komputerisasi. Pulau Pabelokan ini tebuat dari gugusan karang dengan luas sekitar 27 hektare.


Pulau Bidadari

Cottage apung bergaya etnik Manado merupakan ciri khas pulau resor yang terdekat dari Marina Ancol (20 menit dengan speedboat). Di pulau ini terdapat reruntuhan benteng Belanda yang bernamaMartello Tower. Pulau ini disebut juga Pulau Sakit.
Letaknya berdekatan dengan Pulau Kahyangan. Luasnya hanya beberapa kilometer persegi dan untuk mengelilinginya dengan berjalan kaki hanya dibutuhkan waktu satu setengah jam. Di Pulau ini terdapat peninggalan Portugis, yaitu sebuah benteng yang terbuat pada abad ke 17. Pulau ini, pada zaman Belanda, dijadikan sebagai pulau karantina. Untuk sampai ke pulau ini hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 - 45 menit dengan kapal motor yang secara rutin melayari trayek pantai Marina ke dan dari Pulau Bidadari. Di depan pulau ini terdapat Pulau Onrust.


Pulau Onrust

Pulau Onrust disebut juga Pulau Kapal. Onrust dalam bahasa Belanda berarti tidak tenang, atau rusuh. Ini dikarenakan pada masanya pulau tersebut selalu terlihat sibuk siang dan malam ada saja pekerja yang beraktivitas. Sehingga sebagian penduduk wilayahnya seperti Pulau Ubi Besar dan Pulau Untung Jawa menyebutnya sebagai Pulau Sibuk. Luasnya hanya 12 Ha namun menyimpan cerita sejarah panjang.
Pulau Onrust sudah terkenal sejak tahun 1618, ketika Belanda menjadikannya sebagai basis penting. Menurut catatan nakhoda kapal Endeavor, Kapten James T. Cook yang singgah di Onrust tahun1770, di pulau ini terdapat tempat penggergajian kayu serta benteng pertahanan Belanda. Tentara Inggris pernah menyerbu pulau ini pada tanggal 8 November 1800 dan membakar habis semua bangunan.
Tahun 1803, Belanda berhasil membangun kembali semua yang di porak-porandakan Inggris. Pada tahun 1810, tentara Inggris kembali menyerang pulau ini dan memusnahkan semua bangunan Belanda. Namun Belanda membangunnya kembali bahkan lebih lengkap dengan sebuah pelabuhan yang terbuat dari beton.
Pulau ini lalu semakin penting sebagai pelabuhan yang ramai. Peranannya sebagai pelabuhan mulai surut ketika tahun 1883 Pelabuhan Tanjung Priok menggantikan fungsinya. Kemudian, pada tahun1911, Pulau Onrust beralih fungsi sebagai penjara dan pos karantina penyakit lepra. Ketika pecah perang antara Jerman dan Belanda tahun 1939, pulau ini dipakai Belanda sebagai tempat pembuangan tawanan. Kini, Pulau Onrust, juga Pulau CipirPulau BidadariPulau Kelor dan Pulau Edam, oleh Pemerintah Indonesia dijadikan sebagai daerah Suaka Taman Purbakala Kepulauan Seribu.


Pulau Edam

Pulau Edam atau Pulau Damar Besar, oleh orang Jakarta disebut juga sebagai Pulau Monyet. Letaknya tidak jauh dari Tanjung Priok. Di pulau ini berdiri tegak sebuah mercusuar yang disebut Vast Licht, setinggi 65 meter. Mercusuar ini, menurut catatan sejarah, dibangun pada tahun 1879 atas izin Raja ZM Willem II.


Pulau Kelor

Pulau Kelor yang dulu dikenal sebagai Pulau Kherkof terletak berdekatan dengan Pulau Onrust dan Pulau Bidadari. Jaraknya ke Pantai Ancol sekitar 1,8 kilometer atau satu jam pelayaran dengan kapal motor. Di pulau ini terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17. Disini juga terdapat kuburan Kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda.


Pulau Rambut

Pulau Rambut terkenal juga dengan nama Pulau Kerajaan Burung. Luasnya 45 hektare. Pulau ini ditumbuhi hutan bakau yang rimbun serta terumbu karang yang sangat indah. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama Nidelberg. Pada keadaan biasa, diperkirakan sekitar 20.000 burung hidup di pulau ini. Di bulan Maret sampai September, jumlah itu meningkat menjadi hingga 50.000 burung. Burung-burung itu diperkirakan datang dari Australia.
Pulau Burung oleh Pemerintah ditentukan sebagai cagar alam burung, sementara Pulau Bokor didekatnya ditentukan sebagai cagar alam laut. Pulau Burung terletak di sebelah Barat Jakarta.


Pulau Ayer

Pulau Ayer dijuluki sebagai Mutiara Kepulauan. Luasnya kurang dari sepuluh hektare, letaknya berdekatan dengan Pantai Marina, Ancol dan dapat dicapai dalam waktu 30 menit saja dengan kapal motor. Pulau ini mulai dikunjungi sejak tahun 1950. Bahkan semasa hidupnya, mantan Presiden Sukarno menjadikan Pulau Ayer ini sebagai tempat peristirahatannya. Mantan Presiden Sukarno juga pernah mengajak mantan Presiden Tito dari Yugoslavia dan mantan Sekretaris Jenderal PBB, U Nu, berkunjung ke pulau ini. Cottage apung di atas air dengan gaya etnik Papua adalah kebanggaan pulau resor yang jaraknya hanya 14 km (30 menit) dari Marina Ancol. Di pulau ini juga tersedia cottage yang terletak di pantai, fasilitas memancing di waktu malam, jet ski dan banana boat. Pulau ini merupakan salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang mempunyai sumber air tawar.


Pulau Puteri

Pulau Puteri terletak disebelah utara Kepulauan Seribu. Oleh karena jaraknya yang jauh dari Jakarta, lebih praktis orang mencapainya dengan menggunakan pesawat terbang. Dari Kemayoran, dilakukan penerbangan ke Pulau Panjang yang dekat dengan Pulau Puteri. Dari Pulau Panjang, perjalanan dilanjutkan dengan kapal motor ke Pulau Puteri. Letak Pulau Puteri terasing dan menyendiri dari pulau-pulau yang lain. Pantainya indah berpasir putih.
Di Pulau Puteri terdapat akuarium ikan hias, akuarium bawah laut, lapangan tenis, dan biawak di kebun binatang mini. Letak pulau ini yang cukup jauh dari Jakarta menjadikan laut di sekitar pulau ini ideal untuk berenang, snorkeling, dan menyelam.


Pulau Matahari

Pulau ini ditutup untuk renovasi/ Closed for Renovation (from Jakarta-CityHotels.com). P. Matahari memiliki cottage bertingkat dua dengan kamar yang mewah, dan fasilitas olah raga air dan memancing. P. Matahari memiliki helipad untuk tamu resor yang datang dengan helikopter.


Pulau Sepa

Pulau Sepa yang memiliki pasir pantai yang berwarna putih, air laut yang bening, dan pantai yang landai. Pulai ini merupakan tempat latihan menyelam bagi penyelam pemula untuk mendapatkan open water certificate. Pulau yang jaraknya sekitar satu setengah jam dari Marina Ancol ini terkenal sebagai tempat ideal untuk berenang, menyelam, snorkeling, atau memancing. Di pulau ini tersedia fasilitas olahraga air dan penyewaan peralatan menyelam.
Pulau Sepa merupakan pusat penangkaran Penyu Sisik (Eretnochelys imbricata) yang bentuk mulutnya menyerupai paruh burung. P. Sepa tidak mempunyai sumber air tawar dan air yang tersedia di kamar mandi cottage merupakan air payau.


Pulau Pantara Barat dan Pantara Timur

Kedua pulau ini terkenal sebagai tempat ideal untuk menyelam dan snorkeling. Pulau yang jaraknya sekitar 2 jam dari Marina Ancol ini dulunya dikenal sebagai Pulau Hantu. Pengembangan pulau Pantara pernah dilakukan oleh perusahaan penerbangan Jepang.
Cottage dengan dinding berbentuk jendela kaca berukuran besar memberikan pemandangan ke luar cottage yang tidak terhalang. Di pulau ini tersedia kolam renang, dan fasilitas olah raga air sepertijet skiwindsurfing dan banana boat.

Pulau Bira Besar (Bira Island)

Pulau Bira mempunyai lapangan golf 9 hole, kolam renang, sepeda untuk berkeliling pulau, tempat bermain anak-anak dan tempat memancing. Pulau ini jaraknya 100 km dari Marina Ancol.


Pulau Kotok

Pulau Kotok merupakan contoh pulau atoll tropis dengan vegetasi yang masih asli, laut yang jernih dan formasi batu karang berwarna-warni sehingga menjadi tujuan utama para penyelam. Pulau ini juga sebagai tempat konservasi burung Elang bondol yang menjadi maskot provinsi DKI Jakarta.


Pulau Pelangi

Pulau Pelangi termasuk satu gugusan dengan Pulau Puteri, Pulau Petondan, Pulau Sepa dan Pulau Melinjo. Jarak pulau ini dari Pantai Marina, Ancol, sekitar 108 kilometer. Di pulau ini tersedia pondok wisata juga beberapa restoran yang terletak di daratan maupun yang terapung. Pulau Pelangi ini merupakan tempat kegemaran para wisatawan dari Jepang. Pasangan pengantin baru dari Jepang biasanya memilih pulau ini sebagai tempat bulan madu mereka. Bahkan, perusahaan penerbangan Jepang - Japan Airlines (JAL), mengatur paket liburan tersendiri ke Pulau Pelangi ini. Namun saat ini resor yang ada tidak beroperasi.


Pulau Papa Theo

Pulau Papa Theo atau Pulau Pebondan Timur terletak pada gugusan yang sama dengan Pulau Kelor dan Pulau Kelapa. Luasnya delapan hektare, dan jaraknya dari Pantai Marina, Ancol sekitar 108 kilometer. Nama Papa Theo diberikan pada pulau ini berdasarkan panggilan (call signradio antar penduduk.


Pulau Laki

Pulau Laki merupakan kawasan wisata laut yang dibuka pada tahun 1988 dan segera ramai dikunjungi. Di dekatnya terletak Pulau Laki besar dan Pulau Laki Kecil. Luas Pulau Laki sekitar 30 hektare. Untuk menuju ke Pulau Laki, lebih praktis apabila naik kapal motor dari Pantai Mauk, Sepatan, Tangerang. Bila dengan speed boat, dari Mauk dibutuhkan waktu sekitar 25 menit. Di Pulau Laki Besar dan Laki Kecil tersedia tempat perkemahan.


Pulau Pamagaran

Luas pulau ini sekitar 16 hektare dengan cincin terumbu karang .yang melebar sejauh satu kilometer ke tengah laut yang mengelilingi pulau ini. Panjangnya 1,7 kilometer. Bagian terlebar 300 meter dan tersempit sekitar 40 meter. Di bagian tersempit didirikan bangunan segi enam sebagai fasilitas penginapan. Hutannya cukup lebat, didominasi lamtoro gung dan angsana. Di pulau ini pernah dilepas ribuan ekor burung perkutut, tekukur, bulam dan jalak. Terdapat juga stasiun penelitian laut dan sarana telekomunikasi ke Jakarta. Jarak pulau ini dari Pantai Marina, Ancol, sekitar 38 kilometer.


Pulau Sabira

Pulau Sabira oleh Belanda disebut Noord Wachter yang berarti penjaga utara. Nama itu diberikan melihat bahwa Pulau Sabira merupakan pulau yang terletak paling utara di antara pulau-pulau lain yang ada di Kepulauan Seribu. Jaraknya dari pantai utara Jakarta 126 kilometer. Luasnya sepuluh hektare. Di sekeliling pulau ini terdapat batu karang yang berwarna putih. Tanaman terbanyak yang ada di pulau ini adalah kelapa dan sukun. Terdapat sebuah mercusuar setinggi 60 meter di pulau ini. Mercusuar itu dibangun atas perintah Raja ZM Willem III pada tahun 1869. Di pintu mercusuar itu terdapat prasasti yang bertuliskan Onder de regering van Z.M Willem III Koning der Nederlander enz. opgericht voor draailicht 1869.


Pulau Saktu dan Pulau Penike

Letaknya 81 kilometer dari Pantai Ancol. Untuk mencapainya dengan kapal dari Pelabuhan Tanjung Priok, dibutuhkan waktu tiga jam. Pulau Saktu mempunyai pemandangan menakjubkan, dikelilingi oleh pantai yang berpasir putih dengan nyiur dan laguna khas daerah tropis. Di pulau ini terdapat sebuah mercusuar yang dibuat oleh seorang ahli dari Indonesia pada tahun 1981. Mercusuar itu berkonstruksi dari besi dengan tinggi 60 meter.


Pulau-pulau tujuan para penyelam



Re-Posted by Muchamad Ade Trejana Oktora
Nomor Pendaftaran : 23


Followers