Cerpen Cinta: Hello Goodbye Sena! Part 1 - #siTORAtelling



Malam ini seperti malam biasa di hari Senin hingga Jumat, dengan keadaan muka sedikit berminyak dan parfum yang sudah bercampur dengan keringat yang kering karena AC di dalam TransJakarta Busway yang lumayan kencang. 

Malam itu, diawal bulan Maret gue pulang sedikit agak sedih. Karena baru aja gue kehilangan sosok sahabat di tempat kerja. Bukan meninggal dunia juga sih, namun dia memilih untuk pergi ke kantor barunya. Iya, ninggalin gue sahabatnya dari jaman kuliah yang kebetulan bisa satu kantor bekerja. 

Oh iya, kenalin nama gue Reza, gue seorang lulusan dari salah satu kampus yang kata orang sih cukup diminati di Indonesia. Tapi... gue nggak begitu peduli. Haha... toh, kalau sudah bekerja gini, gue ngerasa semuanya sama aja deh. 

Ohya, lanjut cerita di kantor lagi. Kira-kira, gue udah satu tahun kerja di kantor ini, bareng sama teman kuliah gue Sena, iya dia cewek, tapi udah nggak ada batasan antara gue dan Sena selama berteman dari jaman kuliah. 


Awal gue masuk kantor bareng Sena di sini sekitar tahun 2017, dan sekarang 2019, Sena pun milih buat ngejar mimpinya di kantor yang baru terima dia sebagai karyawannya. Sedih sih, setelah kuliah sampai kerja bareng, sekarang satu-satunya sahabat akrab, udah pergi. 

Sena itu gimana ya, gue ngerasa udah terlalu banyak kegiatan habisin bareng dia, bahkan kalau dibilang pacaran, gue sama dia udah lebih dari itu rasanya. Haha.. jangan ngeres ya pikirannya! Tapi... memang sejauh itu sih persahabatan gue dengan Sena. Kalau diceritain balik, mungkin bakalan 4 series nih #siTORAtelling -nya. Hihihi... 



Jadi, pertama kenal Sena itu gue di semester 1 kuliah kala itu. Lo bayangin, gue yang begitu cupu dan kuper datang ke kota buat kuliah rasanya nggak percaya diri buat bergaul. Tapi, entah kenapa hari pertama kelas waktu itu gue langsung bisa ketemu dengan Sena, cewek yang modis semi tomboy tapi nggak kalah cantik sama Marshanda pas lagi lucu-lucunya dulu. Kebayangkan? Pakai jeans, dan baju yang cukup simple menurut gue untuk seorang cewek pergi ke kampus di hari pertama. Tentu ini yang bikin gue cukup percaya diri kenalan sama Sena pas itu, nggak kepikiran dia bakal sombong, atau sok cantik. Gue dengan pede menyapa Sena yang memang duduk sendiri di barisan ketiga sambil memainkan pulpen hitam merek standar yang hits kala itu.

Tonton Juga

Gue datang dan duduk disebelahnya dengan percaya diri menyapa, iya berusaha mikir keras apa saja yang harus gue obrolkan dengan cewek tomboy anak kuliahan. Sedikit menelan ludah, gue beranikan diri buat say hi dan membuka obrolan. Dengan kebiasaan tangan bergetar setiap gue gugup, gue coba ajak bersalaman, tapi... dia diam dan cuekin gue. Gue colek dengan sedikit ragu pundaknya, dan... dia ternyata latah! Dia teriak “eh iya.. iya iya iya...” seketika gue menahan tawa, ternyata kesan cewek tomboy garang Sena nggak sesuai yang gue pikirkan. Gue pun minta maaf karena nggak enak hati. 


Kesan pertama gue ke Sena diawal aja udah lawak banget kan? Kebayang keseharian gue seterusnya kayak gimana sama dia? Haha... 

Sena termasuk cewek tomboy yang lumayan cantik menurut gue, tapi akan failed rasanya pas tau kelakuan dia yang tomboy, latah dan satu lagi... lawak! Iya, dia yang nemani hari-hari gue merantau di Jakarta sambil kuliah ini. Senyum Sena manis bak Marshanda, kulitnya nggak terlalu putih, cuma lesung pipit dia di pipi kanan yang lumayan bikin dia manis kalau lagi diam, iya lagi diam. Kalau lagi bertingkah? MasyaAllah aja deh! Haha... 



Gue sama Sena memang lebih senang berduaan, bukan karena sombong, tapi kita yang kurang begitu pede buat bergaul sama teman yang lain. Kita akrab sih sama teman kelas lain, cuma kalau dibilang dekat, nggak begitu sih. 

Duh, gue nulis cerita ini sambil berdiri di bawah AC Transjakarta, perih! Sampai nggak terasa mata agak sembab. Haha... mulai berasa nih kehilangan Sena dikesehariam gue. Okay kita lanjut cerita lagi. Nah, gue ada di semester 3 yang diisi dengan matakuliah jam sore, selesai kelas bisa berhenti gegara adzan maghrib, mungkin kalau nggak ada adzan sih, dosen kita bakalan lanjut sampai ketemu isya haha... 

Kalau nggak salah waktu itu hari Rabu, jam 18.17 wib, di mana di gedung gue kuliah tinggal kelas kita aja. Sisanya memamg selalu berhenti kelas sebelum gelap. Entah karena dosen kita yang terlalu bertanggung jawab, atau memang dia gemar belajar. Haha...

Bunyi geledek pun mulai bikin panik teman-teman lain, tapi nggak buat gue dan Sena, yang selalu bawa payung di tas. Tepatnya gue sih yang selalu bawa payung. Kadang diledekin, cowok kok bawa payung? Tapi, manfaatnya ya pas kita terjebak hujan seperti ini lah jadi nggak sepanik yang lain. 




Gue dengan nada lantang dan bangga karena bisa balik duluan bareng Sena nerobos hujan. Entah karena gue yang terlalu segan, atau emang Sena yang udah anggap gue lebih dari teman cowok biasa. Gue dekap Sena pake tangan kiri supaya lebih dekat sama gue yang berbagi payung sama Sena. Tangan kanan gue pegang payung merah, bertuliskan Telkom Indihome, hadiah dari event yang gue lupa tepatnya event apa. 

Sudah 3 menit berlalu, lumayan terasa lama peluk Sena supaya nggak kehujanan. Lama-lama gue mulai risih karena hening, nggak ada obrolan, dan gue pun nggak berani liat muka Sena... Gue mulai mikir, apa Sena keberatan gue perlakukan kayak begini? Semakin hening, cuma suara genangan air yang kita injak dengan terburu-buru menuju kost kita berdua yang kebetulan searah. Tumben banget, perjalanan balik ke kost terasa lama. Apa karena momen canggung ini? Nggak biasanya Sena diam kalem, biasanya ada aja ocehannya. Kira-kira 3 menit lagi sampai kostan, masih hening dan kita terus jalan setengah berlari, tangan kiri gue sedikit basah karena nggak kena payung. Tiba-tiba....

Bersambung. . .

Ada yang bisa tebak nggak cerita selanjutnya apa yang terjadi???

Cerita Kuliah: Yasmin di UPN Jakarta / FISIP - Ilmu Komunikasi (Public Relations)

Halo teman-teman semuanya, tulisan terbaru di blog gue kali ini bukan tulisan gue sepenuhnya. Tulisan ini kiriman dari Yasmin Safira, salah satu pembaca blog gue juga. Yuk, kita baca bareng-bareng!

Ciee...sekarang sudah jadi mahasiswa! Ciee...anak kuliahan! Ciee....kalo ditanya bukan di sekolah lagi, tapi di kampus! Apa sih yang terbesit di otak kalian mendengar kata mahasiswa? Menyandang status "Maha", mungkin artinya:
✓Lebih dewasa
✓Pola fikir lebih luas
✓Lebih bersuara, kritis dan aktif One point diatas betul ya, nah di luar itu?
✓Mengikuti Ospek yang ribeeet yaah!
✓Linkungan baru, temen baru, gebetan baru dan pacar baru (aawww)
✓Hadapin dosen yg killer, ada yg super baiik
✓Tugas numpuk
✓PKL/Magang
✓Skripsi, terakhir penting nih
✓Ikut kegiatan yang bisa menunjang jurusan kalian.

Baca juga: Kuliah Sambil Kerja


Gue kuliah di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" (UPN) Jakarta. Jurusan FISIP - Ilmu Komunikasi (Public Relations). FYI temen-temen, dulu UPN ini masih perguruan tinggi swasta (PTS), nah sekitar bulan oktober 2015 UPN resmi beralih menjadi salah satu perguruan tinggi negeri (PTN). Masa transisi atau peralihan dari PTS ke PTN ini cukup lama. Cieee jadi anak negeri nihye! 

Ini buktinya saat di tanda tangan oleh Presiden RI ke-7, Bapak SBY. 
Foto: Puniki Menawi Kasayubin 


Oke, setelah gue masuk kuliah mungkin pikiran gue sama seperti kalian (mau lulus cepat kalau bisa 3,5 tahun dengan predikat cumlaude biar gampang dapat kerja). Hmm... Tapi saat kalian menjalani masa kuliah itu, apa sih kegiatan lain yang kalian ikuti? Banyak lho kegiatan positif di kampus, bisa ikut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), atau organisasi. Nah, karena alhamdulillah gue dari SMP (Sekolah Menengah Pertama) cukup aktif ikut organisasi atau esktra kulikuler, di kampus pun gue ingin mengulanginya lagi.

Tonton Juga: Cerita Kuliah Beasiswa di China



Pertama gue sempat daftar ke UKM UBV (Ukm Band Veteran) ambil lesson vocal (sudah pede aja ya suara bagus) hahaha namanya juga belajar. Setelah ikut 2 kali pertemuan, belajar tehnik suara, nada, dll sampai akhirnya ikut pelatihan dasar gitu namanya Diksar. Udah resmi jadi anggota, di tengah-tengah itu gue alami 'missed', walaupun gue emg suka nyanyi tapi gatau ya kenapa gue ngerasa kurang cocok aja. Daripada setengah=setengah dan gue nggak maksimak di situ, akhirnya gue putusin buat keluar. Itu masih maba banget ya semester 1. Naah! Pas semester 3, salah satu organisasi di Fakultas gue buka Rekruitmen pengurus baru. Krn tertarik di situ akhirnya gue daftar. Setelah mengikuti tes tertulis dan wawancara, gue keterima alhamdulillah menjadi pengurus BEM FISIP Periode 2014/2015 sebagai Bendahara.

 Foto: Twitter @BEMFISIPUPNVJ 

BEM FISIP UPNVJ adalah organisasi mahasiswa dibidang non akademik yang meliputi dua program kerja besar yaitu proker universal/tahunan dan proker fungsional. Di periode 2014/2015 ini gue menjabat sebagai Badan Pengurus Harian (BPH) yaitu bendahara. Tugas dan fungsinya yaitu mengatur segala bentuk keuangan seperti uang kas, mengelola dana usaha, proposal dan laporan pertanggung jawaban (LPJ) keuangan program kerja. 


Satu tahun berlalu gue sudah semester 5. Setelah itu, gue melanjutkan ke periode berikutnya yaitu 2015/2016 naik sebagai Sekretaris. Tugas dan fungsinya selain menjadi tangan kanan ketua dan wakil ketua, gue mengurus dan mengatur segala bentuk kesekretariatan seperti surat masuk surat keluar, proposal dan LPJ, jadwal program kerja dan piket. 

 Foto: Dok. Pribadi

Selain itu, di periode ini gue juga mendapat kesempatan dan kepercayaan menjadi Ketua Pelaksana/ Project Officer lho di salah satu program kerja BEM FISIP yaitu Masa Bimbingan mahasiswa baru (MABIM). Program kerja ini bertujuan untuk memperkenalkan FISIP pada mahasiswa baru. Mulai dari jajaran Dekanat, seputar mata kuliah, pengisian KRS, dan juga organisasi. FISIP ini ada 2 jurusan yaitu Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional (HI).

Foto: Dok. Pribadi 

Di FISIP punya organisasi dan club terlengkap dari semua Fakultas lho! Untuk organisasinya ada SM (Senat Mahasiswa), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). 



Selain ada Himpunan dari Jurusan Kom dan Hi yaitu HIMAIKOM dan HIMAHI, kemudian ada 4 club yang menjadi wadah kalian untuk mengasah minat dan bakat, Club Five TV, Club Fourtyfive Radio, Club FOP, English Club. Lengkap dan kece kaan? Balik lagi ke pengalaman gue menjadi PO yaa, di sini gue belajar banyak banget. Mulai dari memimpin rapat, paparan ke jajaran Dekanat, follow up anggaran, menyusun panitia, mencari pembicara atau narasumber dan mengisi sambutan. Ini lho kumpulan fotonya: 

Foto: Dok.Pribadi 



Dan ini salah satu program kerja terbesar dari BEM FISIP: 


Guuuysss, akademik memang penting, kalo bisa IP di atas 3/3,5 tapi bidang non akademik juga penting lho! Mengikuti kegiatan positif seperti ini bisa menunjang kalian saat di dunia kerja nantinya, seperti berani mengeluarkan pendapat, mampu bekerja dengan tim, mampu berbicara di depan banyak orang, bertanggung jawab atas suatu tugas/pekerjaan, time management, dan segi penting lainnya. Pesan gue, jangan jadi mahasiswa yang kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang) kecuali kalau kalian punya kegiatan positif di luar ya. Tapi kalo nggak ada, lebih baik ikut yang di dalam kampus sendiri aja. Selamat menjadi mahasiswa yaa, semangat mengejar apa yang kalian inginkan!



Nah, itu dia cerita dari Yasmin seputar dunia perkuliahan dan organisasinya! Lo sendiri, ada nggak cerita yang mau dishare di sini? Tips dan trik menjalani kuliah, atau apa pun yang menurut lo itu bermanfaat deh! Jadi, siapa yang mau berbagi ceritanya bisa kirimkan ke email gue ya di sini: adhetora@gmail.com dengan subjek CERITA KULIAH.

Terima kasih teman-teman!

Bounce Street Asia Indoor Trampoline Park


Liburan udah mulai jenuh nih pilihannya? Kenapa nggak coba wahana ini aja, mantemans!

Ya, Bounce Street Asia Indoor Trampoline Park! Lokasinya ada di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Seru? Menurut gue sih oni asyik banget, apalagi gue kemarin sambil bikin konten buat video youtube liburan murah gue. Lo juga bisa nonton di channel gue lho vlognya!



Berapa sih biaya yang gue habiskan mulai dari transportasi, sampai biaya tiket masuk di Bounce Street Trampoline Park?

Okay, gue kebetulan tinggal di Jakarta. Tepatnya di Rawamangun Jakarta Timur, jadi nggak begitu mahal untuk transportasi.



Berangkat:
1. Transjakarta Busway (Rp.3.500) berhenti di Halte Sunter Kelapa Gading.
2. Dari halte ke lokasi cukup jauh sekitar 2 km, naik ojek online Rp. 6-7 ribu.

Pulang:
1. Ojek Online 13-15 ribu.

Nah, langsung berhenti di depan lokasinya keliatan banget billboard bertuliskan BOUNCE STREET ASIA INDOOR TRAMPOLINE PARK.



Harga tiket masuk pada bulan Januari 2019:
Weekdays (Senin-Kamis)     : Rp. 240 ribu
Weekends (Jumat-Minggu) : Rp. 280 ribu

Nah, kalian bisa pakai promo socialmedia jadi potongannya lumayan tuh sekitar Rp. 100 ribu-an. Bisa cek di media sosialnya @bouncestreetasia ya.

Eits.. nggak sampai di situ lho bayarnya! Ada juga yang harus lo bayar lagi, yaitu Kaus Kaki dan LOCKER untuk simpan barang-barang kalian.



Kaus Kaki : Rp. 25 ribu (kalau nggak salah)
Locker      : Rp. 10 ribu perlocker sekali buka/tutup

Nah, habis dari itu semua, sisanya semua bisa lo pakai FREE sepuasnya selama 2 jam di dalam trampoline parknya.



Kalau cuma antar dan mau tunggu doang, di lantai 2 ada cafe buat nungguin yang lagi pada main trampoline ya.

Nah, gimana? Siapa buat seru-seruan di Trampoline Park? Yuk!

Kuliah Sambil Kerja, Biaya Hidup Rp 150 Ribu Seminggu Cukup?



Kuliah aja capek banget, apalagi kalau sambil kerja ya? Haha... Tapi, terkadang keadaan bisa ngalahin rasanya capek, setuju? Hihi

Entah keadaan yang memang orangnya nggak bisa diam, mudah sakit, atau ada orang yang memang perekonomiannya kurang baik, nggak seberuntung yang dapat kiriman mingguan/bulanan dari orangtuanya.

Termasuk gue! Iya, gue dulu kuliah sambil kerja. Capek? Dulu sih gue nggak merasakan itu, mungkin karena gue ada diposisi yang nggak punya uang saku cukup, karena gue memang anaknya banyak mau, mau makan sampai belanja hahaha.

Baca Juga: DI TOLAK MASUK KAMPUS DI SEMUA JALUR UJIAN? BACA INI!

Kalau mengandalkan uang kiriman mamah (btw, bapak gue udah meninggal dari pas lulus SMK dulu) nggak cukup banget, karena gue memang nggak mau ngeluh sama mamah kalau kurang, ya terima aja berapa pun dikirimnya. Pernah cuma dikasih 150 ribu perminggu lho! Kebayang nggak bisa buat apa coba di Jakarta dengan uang segitu?

Makanya, gue kuliah sambil kerja pas kuliah dulu. Kebetulan, jadwal kuliah memang selalu mulai diatas jam 1 siang, jadi paginya bisa ngerjain semua yang bisa gue kerjain gitu.

Cara gue bagi waktu? Ya, tentunya gue cari kerjaan yang bisa mobile, nggak stay di kantor atau bisa kapan pun aja ke kantor. Mulai kerja sebagai guru di sekolah, sampai jadi creative digital strategist di agency gitu. Ketika anak-anak lain datang ke kampus dengan kondisi fit, segar, baru banget kelar mandi, gue bermodal parfume kala itu pakai yang Original Singapore harga 50 ribu demi menjaga semerbak aroma badan habis kerja dan lanjut kuliah. Hahaha

Baca Juga:  Awal Menentukan Kuliah

Bisa menyesuaikan belajar? Kadang udah kecapean duluan sik, tapi berkat ilmu silat lidah dan penjylat, gue bisa akrab sama teman-teman kampus lain, dan suka dibantuin sama mereka sampai gue lulus. Hehe



Nah, intinya kuliah sambil kerja mengajarkan gue banyak hal. Ketika teman-teman gue masih kaku ada praktik kerja lapangan, gue udah seluwes satu langkah di depan mereka untuk komunikasi dll.

So yaaa, sisanya balik lagi ke kalian, bisa menilai sendiri untuk yang mau kuliah sambil kerja. Dengar cerita gue, menurut lo capek apa nggak?

Review Film Terbaru Michelle Ziudith Bersama Rizky Nazar dan Antonio Blanco Junior




Kemarin dapat kesempatan buat datang ke Gala Premiere Film Calon Bini dan bertemu dengan para pemain film calon bini, yang filmya bikin ngakak karena peran anak pak Kades, Dian Sidik. Hahaha... Oh ya, di film ini soundtrack Calon Bini, keren banget deh! Penyanyinya Bunga Citra Lestari ya? Ya nggak sih? haha..

Baca Juga: Influencer For Change Jakarta



Michelle sendiri jadi seorang pembantu dari daerah yang merantau ke Jakarta, terus ketemu banyak hal aneh gitu. Mulai dikira ketemu sama sosok teman akrabnya di social media (yang diperankan Rizky Nazar), padahal yang di kereta itu cuma kebetulan aja ciri-cirinya sama, yaitu sosok pria yang diperankan si Antonio Blanco Junior.



Nah, gimana keseruannya? Yuk, nonton vlog review Film Calon Bini dari Screenplays Production di channel gue. Enjoy!

Apa Yang Dimaksud Dengan Toleransi?

Indonesia lagi krisis segala hal kayaknya, mulai dari ribut antar agama, antar pendukung parpol dll. Kenapa sih? Lagi kenapa kalian? Nggak bisa apa terapkan perwujudan sikap toleransi dalam berbagai kehidupan? Eits! Tulisan gue ini diketik di hape sambil berdiri di busway dengan tangan kiri megang tihang besi lho haha... maklum ya kalau nggak bagus-bagus amat.

TONTON JUGA:


Mengapa kita harus berperilaku toleransi? Sok bilang HARUS TOLERANSI SAMA BEDA AGAMA, SALING HORMATI SUKU DLL. Boro-boro kasus gede gitu, kadang buat saling toleransi antar teman aja boro-boro. 

Coba, ada yang pernah ngerasain dengerin musik kenceng dari rumah/kamar kost sebelah? Terus kalian ngedumel, bahkan tegur orangnya. Ada? Atau bahkan lo ada diposisi sebaliknya yang play musik kencang? Dan nggak mikirin orang sekitar? 

TONTON JUGA


Banyak sih contoh simple toleransi dalam kehidupan kita. Coba diterapkan dihal-hal simple gitu aja dulu. Nah, ada cerita TOLERANSI versi lo nggak? Tulis dong di kolom komentar!

#InfluencerForChange Jakarta bersama Campaign & Common Ground ID




Masih ingat nggak sama Resolusi Lucu 2019 gue? Nah, salah satunya ini nih! Gue mengembangkan networking digital gitu lho.

Ini acara apa sih, Tor? Nah, jujur sih ya, kalau gue itu awalnya ngerasa super duper minder, biasa manusia yang belum bisa berdamai sama kekurangan ini suka minderan gitu. Kenapa sih?




Gue baru pertama ikut kegiatan 'dunia baru' ini. Bukan, bukan dunia influencernya, tapi... Dunia yang diisi sama orang-orang hebat ini lho. Mereka itu orang yang aktif banget disetiap kegiatan yang menurut gue, 'otak' gue nggak nyampe banget ke titik ini. Haha...

BACA JUGA: Resolusi Lucu 2019!

Apa lah gue ini yang memang pas kuliah cuma isi kegiatan sesuai dengan 'HAHA-HIHI' gue. Sempat kaget sih dengan aktifitas para 'aktifis' (gue sebutnya gini aja kali ya) ini. Mereka yang sering ikut dengan kegiatan-kegiatan relawan dsb.

Tonton Juga:




Gue? AWAM banget! Pernah sih jadi relawan, yaaa tapi relawan untuk dunia yang lain, bukan hal seperti mereka. GUE MINDER? ASLI SIH! Tapi, karena memang ini salah satu resolusi gue di 2019 untuk mengembangkan jauh lebih lebar networking, ya apa boleh buat gue paksa diri ini sedikit keluar dari zona nyaman. 


Nah, #InfluencerForChange Jakarta yang diselenggarakan Campaign dan Common Ground ID ini bertujuan untuk mengumpulkan para pegiat aktif di media sosial untuk menyebarkan konten positif. Karena, faktanya untuk melawan satu konten negatif (hoax), butuh 10 konten positif. Nah lho?


Kegiatan kita selama 3 hari 2 malam memang sangat padat, jujur sih itu yang gue rasa. Ngerasa ini bukan acara yang sembarangan dibuat gitu lho. Super? IYA! Materi yang 'seberat' itu dikemas dengan cara yang menurut gue seorang awam menjalankannya nggak begitu berat.




Membahas mulai dari KONFLIK sampai ke Personal Branding di media sosial dibahas lho di sana. Gue memang nggak akan membahas lengkap kegiatan gue selama di sana dalam blog ini. Tapi, gue bakal update selengkapnya di YouTube Channel gue ya.

Unduh foto-foto selama kegiatan #InfluencerforChange Jakarta di sini. Kalau mau upload di socmed dsb bisa cantumkan #ToraTustel @adhe.tora ya :p

Resolusi 2019 Lucu!


Kadang gue suka ngerasa lucu sama resolusi setiap orang di tahun baru, makanya gue kasih judul postingan pertama gue ini di tahun 2019 dengan RESOLUSI 2019 LUCU. Pasti lo pernah atau bahkan sering banget kan buat ngulang-ngulang harapan atau resolusi disetiap momen Tahun Baru?
Tapi, ada yang lucu di resolusi gue tahun ini, ya WELCOME 2019! Gue berniat buat men-DIGITAL-kan hidup gue. Memulai tahun ini dengan wish list 2019 yang nggak muluk-muluk, tapi gue yakin bisa buat merealisasikannya.


Kalau kalian follow gue di Twitter, pasti kalian udah sempat baca tweet gue tentang wish list 2019:

1. Resolusi 2019: Mendigitalkan (sebagian) Hidup.
3. Bikin Channel YouTube gue jadi pendapatan regular setiap bulan.
4. Mulai bikin orang disekitar gue biasa dengan kegiatan gue 'vlogging/filming'.
5. Mulai handle instagram goals 10K minimal tahun ini! Demi bisa nyicil atau bahkan beli cash rumah.
6. Cari relasi digital (agency, people etc).
7. TERAKHIR: Gue harus bisa KERJA SENDIRI DIGITAL FREELANCE tanpa menggantungkan pada orang atau dibawahi orang.

Tonton Juga Video TAHUN BARU gue:


TIPS & TRIK 5 JALUR MASUK UGM





Hi Mantemans semua! Gilaaak udeh lama bener gue kagak nulis nih, ada ya bolos sebulan. Maafin ya, gue beneran lagi skip banget asli sih parah! Ngerasa lagi sibuk, padahal mah apa atuh ga sibuk-sibuk amat, cuma sok sibuk doang.





Tapi.. Tapi... Kalian harus tau, gue nulis kali ini tentang kuliah, tapi bukan kuliah gue. Hahahhaa! Kuliahnya teman gue si Tamara, dia di Universitas Gadjah Mada alias UGM. Nah, kali ini dia cerita 5 jalur masuk UGM beserta tips dan triknya gimana biar bisa masuk UGM! Penasaran? Coba tonton aja videonya nih di YouTube Channel gue Adhe Tora TV!

               


Semangat ya mempersiapan pendaftaran sbmptn 2019 hingga semua jalur masuk UGM ya!



Makasih udah mau buka blog gue lagi, ini sengaja lari abis dari pulang kantor, inget kalau sekarang tuh akhir bulan Agustus. Gue kan janji nggak mau bolos satu bulan pun di 2018 untuk nulis. Hahaha..

Kenapa? Karena nanti di Arsipnya jelek, nama bulannya ada yang HILANG.... Cukup cinta dan kepercayaan gue aja yang ilang please. eaaa... 

Bye! Ngeeeeng....

Kasih tau gue kalau kalian udah baca tulisan gue yang ini, mau tulis di komentar boleh, mau update di stories instagram dan tag gue di @adhe.tora juga boleh. :p

DI TOLAK MASUK KAMPUS DI SEMUA JALUR UJIAN? BACA INI!


Ya, lagi-lagi banyak banget sih anak-anak SMA sederajat yang lagi broken heart gegara nggak diterima di kampus impiannya via jalur A - Z. 

Jujur, gue dulu juga sempet ditolak masuk kampus negeri yang gue pengen, tapi sekarang gue bisa jadi alumni di kampus yang nolak gue .... dijalur ujian yang pertama, gue coba lagi dan lagi, eh masuk. Alhamdulillah sih nggak harus nunda 1 tahun buat 'ngendog' di rumah atau sampe sibuk bimbel siang malem biar keterima di kampus impian.




Hihi.. jahat ya gue ketawain! Tapi, percaya deh... Itu emang jalan yang terbaik gue rasa dari Tuhan buat lo. Nggak tau deh nanti lo bakal dikasih yang kayak gimana, intinya ya ikhlas aja sih ya apapun hasilnya.

TONTON JUGA: Salah Jurusan



Btw, gue masuk jalur mandiri yang diadain kampus itu sendiri. Bukan jalur yang dibuka pemerintah itu hahahah! Nggak papa lah ya, toh gue sekelas juga sama mereka-mereka, toh gue juga wisuda bareng sama mereka-mereka yang lulus masuk kampus di jalur pertama.



Oh iya, buat lo yang gagal, semangat ya! Ada jalur mandiri yang sebagian kampus udah umumin, ada juga yang belum. Nah, gimana hasilnya buat yang belum pengumuman, yaudahlah yaaa...... Jalanin yang emang udah harus lo jalanin depan mata lo. Bukan nangisin berlarut-larut, apalagi kalau lo inget perjuangan lo yang siang malem bimbel sampe mata pegel otak panas dan apalah itu. Hehehe

Semangat ya! ^^

KISAH PERJUANGAN LALU MUHAMMAD ZOHRI


Wah, Indonesia lagi ramai nih! Bukan soal BOWO TIKTOK lagi sih, tapi kali ini cukup membanggakan, bahkan BANGGA BANGET sih gue pribadi. Hihi...

Tau soal LALU ZOHRI kan? Itu lho pelari tercepat di dunia! Dan tau dong kalau dia dari Indonesia? Kelahiran asli Lombok, Indonesia.




Banyak mencuri perhatian rakyat Indonesia deh! Jelas lah, dia mengukir sejarah sebagai pelari tercepat di dunia. Tapi sayang sekali ya waktu dia dinobatkan sebagai juara dunia, dia nggak pegang bendera Indonesia, disaat 2 pemenang lainnya pakai bendera negaranya. Bahkan ada isu kalau Zohri pakai bendera Polandia, sedih banget asli sih. Emang nggak nyangka menang banget ya? :(




Menurut kalian insiden bendera zohri ini gimana? Benar nggak yah Zohri pakai bendera Polandia?

Sedih pas tau kisah Lalu Muhammad Zohri yang cukup miris, kayak rumah lalu zohri yang udah nggak layak banget.


Tapi lalu muhammad zohri senang saat menpora janji mengajaknya bertemu presiden jokowi! Katanya rumah zohri bakal direnovasi sama Jokowi. Senang banget gue dengernya! Semoga nggak cuma Zohri aja yang diperhatikan, tapi semua atlet yang sudah berprestasi lainnya diperhatikan juga. Setuju nggak?

Dulu Mikir Kuliah Itu Kayak Gini, Padahal.....




Ga semua anak kuliahan punya kendaraan sendiri buat ke kampus. Kalau lo liat di FTV sih iya, pada bawa Moge atau nggak mobil yang ceper-ceper atau seenggaknya dianterin sopir.

BACA JUGA: AWAL MENENTUKAN KULIAH


Eits! Lagi-lagi di FTV nggak berlaku buat dunia kuliah gue. Masa iya, yang gue jalanin semua selama kuliah gada tuh yang mirip atau nyerempet kisah kuliah.



Misal yang anak beasiswa kan biasanya suka dibully sama anak orang kaya yang kuliah. Di dunia asli mah, yang ada pada ngiri sama yang dapet beasiswa prestasi atau bahkan ga mampu secara ekonomi. Bahkan yang KAYA aja ngaku nggak mampu biar dapet beasiswa. Eh....


BACA JUGA: SALAH JURUSAN



Nah, ada beberapa tipe kendaraan kuliah nih:
  1. - Ada tuh yang berangkat kuliah dari awal sampe lulus barengan. Demi!!! Serius ada gue nemuin. Semoga orangnya baca deh ya! Gue tau banget perjuangan orang yang selalu berangkat bareng gini, bukan pacaran doang, tapi kadang emang mereka akrab dari kecil, sekolah sama, kuliah sama juga. 
  2. - Nebeng temen, kalo nggak ya naek yang ada aja.... ya temen yang lain maksudnya, dengan dalih "gue kost di sana kok, nebeng ya ampe depan" hhahaha... gue biar pun kost, jarang banget kayak gini, lebih seneng jalan kaki sambil telepon mama hhahaha 
  3. - Jalan kaki, sejauh mata memandang! Ini baru gue... gue kemana aja jalan kaki, selama dibawah..... berapa kilo ya? Karena pernah gue 27 km aja jalan kaki, bukan karena ga ada duit, tapi hape mati, dompet tas ketinggalan di mobil ..... temen. Bukan mobil gue hahahahhaa
  4. - Naik angkutan umum, kaya busway atau semacamnya. Ini biasanya anak bae-bae dengan jarak rumah jauh dan motivasi yang patut di dedikasi. Hahaha.... ada lho yang dari luar provinsi buat kuliah pulang pergi. Kalau gue jadi mereka, gue molor di kelas yang ada. Salut!
  5. - Nah... gue mentok, dan udah mulai capek, bis udah ga macet, males mikir lagi. Ada lagi tipe kendaraan pilihan mahasiswa ke kampus? Tulis dong di komentar! Hihi...

VIDEO ARYODJ DI APARTEMEN


Duh! Rame banget sih ini ada apa ya? Rame dengan "AryoDJ" lah siapa emang? pemain DJ baru? eh bukan ya? Kok video gitu? Bertiga telanjang-telanjang? hihi!

Lagi-lagi ada prestasi baru, eh nggak deng, katanya ini sih video lama, isu lama yang 'dinaikin' lagi buat pengalihan isu yang lagi hangat, iya yang GAJI MEGAWATI dkk lebih dari Rp.100 juta itu lho. Haha




Duh, DPR ku prestasinya macem-macem ya. Kali ini video kurang dari 3 menit ini udah beredar luas banget sih, gue udah sempat nonton dan replay beberapa kali haha...
Abis penasaran, masa nggak sampe 2 menit udah lemas aja saaaay. Hihi

BACA JUGA: SEMUA ANAK KOST RANTAU KAYAK GINI?

Jadi deh gue bikin video ini, di #ObrolanKamar #AdheToraTV YouTube Channel kalian bisa lihat videonya deh.

Ngakak sih, obrolan mereka dalam video itu seakan yaaaa..... gitu deh, nilai aja sendiri. Semoga lekas NGAKU ya yang diduga MIRIP 'aryodj' anggota DPR ini hahahha....


Semua Anak Kost Rantau Kayak Gini?

Di bus tiba-tiba kepikiran aja mau bahas ini. Anak kuliah, kayaknya hampir 70% eh atau 89% emang pada ngekost yak? Gue belum survey sih. Hihihi

Tapi, yang pasti sebagian temen gue di kelas emang anak kostan yang emang kerjaannya kalo kuliah sok sibukin diri ikutan ini itu di awal semester dengan dalih biar keisi sama kegiatan yang positif, yang biasanya ditengah-tengah pada berenti karena capek dan NGABISIN duit hahaha... ini berlaku buat gue sih, kalau ada yang sama, coba komentar. Biar gue ga ngerasa sendirian gitu.




Nah, kostan ya? Jaman gue kuliah 2011 (iya 2011) gue ngekost dengan harga yang cukup murah lho!  Masa sebulan Rp 300 ribu doang, udah full aer sama listrik. Tapi.... ada tapinya nih, kamarnya kayak kandang kambing. Eh, nggak kandang kambing juga sih... tapi ya lembab, kumuh, kadang gue sering sibuk bunuhin kecoa yang terbang atau ngerayap ke bawah kasur gue. Yoloooo.... sedih yak. Karang belain beli baygon bukan buat nyamuk, tapi bunuhin kecoa hahaha.

Nah, jaman kuliah ada beberapa tipe mahasiswa pilih tempat singgah. Berapa yaaa.... baca aja deh coba sampe bawah. Hihi

1. Kost murah asal buat tidur = ini mungkin gue sih, yang gue ceritain di atas tadi, yang sharing kamar sama kecoa. Hahaha jijik ya bayanginnya? Ya mau gimana lagi.
2. Kontrakan yang isinya bisa ber-7 atau bahkan ber-10. Yang biasanya diawal harmonis, ditengah suka pada kecewa alias berantem dan pisah deh keluar satu-satu dari kontrakan. Hahaha... ini menurut gue biasa terjadi sih, walaupun ga semuanya, kadang ada yang sampe lulus juga mereka tetep kompak. Jos!!!
3. Kostan mewah, yang dari awal kriterianya mungkin minimal ber-AC, Pas 2011 sih dulu cuma Rp 600-800 ribu. Gatau deh sekarang (sampe sekarang gue ga pernah pilih kost ber-AC)
4. Nah, ke 4 tipe kayak gimana ya? Ada ga yang pengalaman coba?

BACA JUGA: TIPE ORANG CARI TEMAN PAS KULIAH

Ini gue tulis pas pulang kantor lagi macet-macetan di Tugu Pancoran, dalem bus, pas di pintu bawah AC. Otak gue dingin... pala gue dingin.... bibir gue kering. Bisa kan kebayang rasanya pas gue nulis ini? Hahahaha

Tipe Orang Cari Teman Pas Kuliah. Lo yang Mana?

Gue tipe yang selalu ngamatin tipikal teman-teman di sekitar gue. Jujur sih... kadang suka ketawa sendiri liat karakter setiap orang yang milih teman mainnya pas kuliah. Ada yang pilih kaya X, ada yang mau kaya Z. Banyak macemnya...

Misal nih, yang gue temuin kayak gini....
1. Dia tipikal orang yang susah banget gaul, ga tau karena dia yang emang nggak supel, atau dia emang nyebelin dan banyak yang ga mau temenan atau sekedar satu kelompok sama  dia pas tugas kuliah. Nah, ada yang kayak gini nggak?
2. Ada yang kanan kiri akrab, semua kenal, tapi dia itu emang anaknya ga pernah cari teman yang terus-terusan gitu itu-itu aja. Dia gampang cari kelompok kerja, gampang cocok sama siapa aja, tapi kadang suka nemu momen dia ga ada temen, menyendiri gitu. Jadi, dia banyak teman, cuma nggak ada sahabat gitu ya?


BACA JUGA: SALAH JURUSAN

3. Ada yang emang kemana-mana ga bisa kayaknya kalo ga sama yang ini itu aja, alias gang gitu. Sebel sih liat kayak gini, kayaknya ga mau dipisah kalo ada apa-apa, atau tugas kuliah gitu...! Padahal dari se-geng itu juga ya isinya gitu-gitu doang, ga ada yang menonjol, jadi lebih baik? Nggak! Stuck.. network cuma itu-itu aja, kaku kalo sama yang lain. Etdah! Umur anak kuliahan masih aja begitu.
4. Ini yang independen tapi mampu segalanya gitu, dia kayak ga butuh siapa pun, anaknya cenderung pinter. Nah, biasanya yang kayak gini korban dari gang di nomor 3. Bener nggak? Kepakea join juga karena emang tuntutan tugas kuliah. Kasihan yak?
5. Ini apalagi ya yang belum gue bacain... coba cek teman-teman lu, ada tipe apalagi dan gue lupa. Tulis di komentar ya, supaya lengkap 5 gitu... tipe teman di kampus. Hahaha



Btw, gue selalu nulis blog-blog gue di sela waktu kosong, kaya di bus, di bus atau di bus. Hahahahha di bus semua! Iya lah, waktu kosong gue cuma pas di bus jam pulang kerja, daripada macet, cengok, gu nulis. Maaf ya kalo moodnya nggak bagus, karena emang jam balik kerja pas kena macet gitu. sediiih....

Salah Jurusan



Masuk di kampus gue ini melalui jalur Mandiri (yang diadakan oleh kampus itu sendiri) terkadang cuma dapet respon “oh, mandiri” gitu. Tapi, gue ga peduli, yang penting gue masuk di kampus yang gue pengen dari SD ini hahaha. Serius deh dari SD gue udah bilang mau kuliah di kampus gue yang sekarang ini. Kenapa? Nanti gue ceritain ya. Nyicil aja dulu....



Nah, gue udah masuk fase dimana ngerasa namanya ‘Salah Jurusan’, duh gue udah kepikiran gimana gue PKL? gimana gue nanti Skripsi? Bahas Elektro? Buset! Gue aja masang lampu kamar mandi gemeter. 

Tapi, seiring berjalannya waktu banyak yang ngeyakinin gue buat lanjut aja, elektro ga beda jauh kok sama komputer (dengan males gue nyebut prodi gue yang panjang). Tapi semester pertama ini udah mulai horor dengan mata kuliah yang setiap gue mulai udah berasa merindingnya, dengan doktrin diri sendiri “gue gapaham, haduh, gimana dong? Tolongin gue ini, gue ga paham.” Terus setiap hari, mulai dari pertemuan pertama, UTS, liat hasil uts yang mulai bikin gue down.


BACA JUGA : Awal Menentukan Kuliah


OMG! Ini yang namanya salah jurusan ya? Gue berharap ini bisa lebih baik setelah gue mulai kenal sama beberapa orang di kelas. Kenal dalam artian akrab gitu lah, dan bisa tanya kalau ga paham, kalau ga paham juga gue terpaksa kadang nyontek, dengan penuh rasa takut yang emang gue bukan tipe orang suka nyontek. Gue ngerasa disitu yakin banget buat nyontek, karena sampai sejauh ini gue ga paham dengan materi-materi yang ada.

Tuhaaaaan... gue berasa mau berhenti kuliah menjelang mau UAS. Dengan sederet matakuliah embel-embel ‘listrik’ yang bikin gue lemes kaya abis kesetrum aja. Tapi masih aja sok kuat meyakinkan diri gue mampu. Ya mau gimana lagi? Masa gue bolos? Kan udah bayaran kuliah mahal :(



Kepikiran lah perjuangan mamah, galau, tiap abis pulang ujian, jalan kaki dari kampus ke kostan. Buset... drama banget deh di jalan gue kaya menyesali hidup gitu. Lo juga gitu nggak sih? Gue kayak buat telepon mamah pun butuh banget tenaga, ngaku dosa ujian nilai jeblok, padahal udah setengah mati ngerjain sambil ada bisikan niat buat nyontek, yang pada akhirnya nyontek gue selalu SETENGAH dan ga kelar juga. Tetep dosa nggak ya? Hikss...

Gue berlanjut galau sampai akhir semester 1. Mulai bertekad gimana caranya gue PINDAH PRODI dari yang Elektro ke Komputer. Ampuuun... udah nyerah! Ga kuat rasanyaaa.. tapi kudu jalanin sampe akhir semester 2 dong buat bisa tau gue GAGAL alias SALAH JURUSAN di elektro ini. Kebayang gue harus ngerasain galau yang sama, melakukan hal bodoh yang sama selama 2 semeter alias 1 tahun? Kuat kuat kuat... gitu aja gue bilang sok nguatin diri sendiri. Mau gimana lagi? Yang jalanin gue, securhatnya gue sama siapa pun toh gue yang jalanin. Ya ga?


Nemu deh titik terang namanya buat nyelesein 2 semester penuh gejolak hasrar. Gue dapat info buat pindah prodi dengan cara ini itu anu ene... ya ujian lagi. Buahahahha nggak deng, dulu gue langsung konsultasi sama kepala jurusan dan kepala prodi. Hasilnya? Apakah galau gue akan segera selesai? Atau malah makin makin aja gue gila?

Masih mau baca nggak? Coba komentar ya buat lo yang masih mau baca cerita gue hihihi....

Followers